jump to navigation

(Cerita) Pelaku Tertangkap! Tapi Apa Jaminan Supaya Kasus Penjambertan Tas Ladies Biker Terutama Bisa Berkurang di Samarinda Khususnya April 1, 2014

Posted by Mas Odi in Uncategorized.
trackback

Mas Odi itu sudah lama gak langganan koran, jadi kalo mau beli koran nunggu beritanya menarik dulu baru deh dibeli. Biasanya sih di edisi mingguan atau hari libur surat kabarnya menarik-menarik tuh isi beritanya. Nah, di 2 minggu yang lalu pada headline surat kabar lokal di sini isi beritanya sangat bikin ‘excited’ banget. Akhirnya, tuh koran jadi dibeli deh. Jadi, ini tentang berita tertangkapnya sang jambret yang sudah meresahkan warga samarinda beberapa minggu lamanya setelah seorang ibu meninggal lantaran tasnya dijambret, sedang anaknya yang masih kecil itu terluka parah, ckck, aje gile ya si Jambret, gak punya hati rupanya.😦

Foto di headline surat kabar yang kemarin, seorang jambret sedang dihakimi warga.

Kasus penjambretan ini ternyata memang sudah marak dimana-mana, ini juga baru tau setelah ngubek-ngubek google buat cari berita penjambretan yang kemarin itu, bisa-bisa nanti anggapan marak dimana-mana itu gak pernah terpikirkan selamanya. Jadi, benar kan kata-kata sakti ‘bang napi’, “kejahatan itu terjadi bukan karena niat pelakunya, tapi juga karena kesempatan …” al-hasil, dimana pun dan kapan pun penjambret itu tetap bisa eksis dong!😦 Lahaula wa Laquwata Illabillah.😦

Yach! Lagi-lagi pengendara motor roda 2 adalah target sang pelaku kejahatan. Memang, dengan apapun kita berpergian kejahatan itu tetap mengintai. Bukan selalu menjadi was-was karena kejadian seperti ini, tapi kita hanya perlu cerdik untuk mensiasati terjadinya kesempatan-kesempatan seperti ini.🙂

Target sang penjambret memang pengendara motor roda 2, tapi itu tidak terlalu empuk dibandingkan jika pengendaranya adalah seorang wanita. Nah! Ini nih yang jadi kesempatan. Ingat! Ladies biker itu kesempatan dan target empuk bin renyah buat sang penjambret dimana pun dan kapan pun.😦

Mungkin sudah sekian penjambret tertangkap dimana-mana. Tapi itu kan belum jaminan buat kita, apalagi kamu si Ladies Biker, meski sudah pandai bela diri sekali pun, sabuk hitam lagi, itu tetap belum jaminan, sebab si penjambret yang profesional mesti sudah punya jurus jitu buat menangani hal-hal yang kayak beginian. Dengan kondisi kita berada di atas motor roda 2 itu saja sudah termasuk rapuh jika sang penjambret melakukan aksi serangan tiba-tiba, lalu menarik tas milik kita, yang kemudian menendang badan kita hingga tersungkur ke jalan raya. Itu hal yang sangat mudah, juga mudah diilustrasikan dalam pikiran kita sendiri, apalagi ketika itu sang penjambret melakukan aksinya dengan berkomplot.😦

Iya lah! Dengan berkomplot aksi mejambret makin mudah saja dilakukan sang jambret. Hanya bermodal motor kencang sang pejambret duduk sebagai boncenger, lalu satu rekannya lagi sebagai penjoki sudah bersiap-siap untuk memepet kita dan seketika mereka pun bisa langsung melesat hilang tanpa ada orang-orang di sekitar tempat kejadian yang menyadarinya.😥

Atau, sang penjambret menjelma menjadi sang perampok!!!👿

Maksudnya? Iya, si Jambret bisa jadi perampok waktu itu. Soalnya jambret sama rampok bedanya cuman ada ancaman atau tidak. Kalo sang jambret melakukan ancaman, terlebih melukai korban dengan senjata tajam misalkan, ini sudah bukan tindakan menjambret lagi, tapi sudah masuk ke dalam tindakan perampokan. Dan bisasanya sie, targetnya tidak lagi memandang siapa dia, dimana dia, yang penting ada barang berharga yang ‘value’ banget, sudah, langsung tuh dengan segala cara beserta ancaman senjata tajamnya dilancarkan sang rampok-rampok berbulu jambret ini kepada korban-korbannya.😥

korban penjambretan di jalan kemakmuran samarinda 14 juni 2013

Motor mengalami kerusakan kecil. si Ibu lecet kecil dan lembam di bagian lutut kirinya. Sedangkan tas si Ibu yang ingin dijambret terputus tali jinjingnya. Tasnya memang sangat bagus, sangat memungkinan jadi target para jambret.

Trauma!!!

Trauma Men! Itu pengalaman yang tidak bisa Mas Odi lupakan. Ini bukan kejadian perampokan, bukan juga sebagai yang dijambret alias korban ya, tapi tepat di depan Mas Odi sekitar beberapa ratus meter kejadian seperti ini terjadi.😦

Pagi itu baru juga selesai habis beli sarapan. Di jalan raya tempat Mas Odi tinggal justru termasuk bukan kondisi yang sepi, memang, kalo tengah malam sampai pagi jadi sepi alias lengang. Nah! Setelah masuk jalan tersebut untuk pulang, sepintas mata minus tanpa kaca mata minus ini melihat perempuan sedang terjatuh dari motornya. Mas Odi pikir waktu itu karena kelalaian si Perempuan tersebut yang tidak bisa mengendalikan keseimbangan motornya, sehingga dia terjatuh bersama motornya, mirip banget dengan kejadian orang yang mengerem mendadak, yang ban motornya slip, lalu terjatuh.

Ketika menyamperin, Mas Odi lihat yang ternyata seoarng ibu-ibu ini, Alhamdulillah gak ada luka serius, sempat tanya memang, katanya gak apa-apa, motornya pun gak rusak parah sepertinya. Untung juga ada seorang bapak-bapak di belakang Mas Odi berhenti, lalu secara berbarengan membantu memapah si Ibu kepinggir jalan.

Sambil nunggu si Ibu rileks, si Ibu sempat minta diambilkan minuman di dalam tasnya oleh Bapak tadi, sebelum akhirnya si Bapak itu pun pergi. Lalu tanya-tanya sedikit, dengerin curhatnya, eh ternyata si Ibu ini korban pejambretan!!! Bener-bener gak nyangka. Karena begitu santainya Mas Odi riding, gak sadar kalo beberapa ratus meter di depan ada kejadian pejambretan! Flash back ke memori di dalam otak pun gak berhasil mengingat rekam kejadian, memang tadi ada jambret ya! Sungguh-sungguh kejadian tadi begitu cepat! Bener-bener gak habis pikir.😦

Kemudian si Ibu pun mencoba menelpon teman kantornya, tapi belum ada balasan. Di sela itu si Ibu bercerita lagi, saat tas saya ditarik, saya bilang tas ini tidak ada isinya, eh tapi dia tetap mau ngambil tas saya, saya gak mau, nih sampai putus talinya! Saya sudah ngerti, gak mau taruh barang berharga di dalam tas, semua saya taruh di dalam jok motor. Bener-bener kasihan si Ibu! Yang kasihan lagi kalo si Ibu ini gak punya sanak saudara di sini. Padahal sudah lama tinggal juga di kota ini, dan pagi-pagi begini memang sudah biasa lewat sini kalo mau pergi ke tempat kerjanya, itu pun baru juga ngantar anaknya ke sekolah di dekat situ. Tapi syukur lah saat itu si Ibu sudah terlihat baikan. Sudah mulai kuat untuk berdiri. Tapi si Ibu lebih memilih duduk. Masih ada sisa adrenalin sepertinya, jadi otot kaki si Ibunya belum bener-bener begitu kuat.

Mas Odi bilang, motornya gak parah Bu! Baik aja! Cuman lecet sedikit, oleng sedikit stangnya, pijakan kakinya bengkok sedikit, tapi semua masih bisa dibuat jalan Bu! Mesinnya masih nyala! Terima kasih Mas, balas si Ibu.

si Ibu rupanya masih mencoba calling temannya, tapi tetap belum ada balasan, sepertinya ingin memberitahu keadaanya, dan minta izin tidak ngantor hari ini, sepertinya. Karena kelihatannya situasi jalan sudah mulai ramai, padahal 15 menit yang lalu sepi’, ya maklum aja sie, di daerah sini banyak sekolahan dan beberapa kantor pemerintahan, akhirnya, Mas Odi pun harus segara pulang nih. Soalnya ada yang ditunggu juga oleh orang rumah, ntar sarapannya keburu dingin nih, jadi pamitan deh sama si Ibu tadi. Ibunya pun bilang, gak apa Mas! Saya bisa kok jalan sendiri. Saya masih kuat! Yach kelihatannya memang begitu sih! Meski masih kasihan juga ningalinnya.

Sambil di jalan Mas Odi berpikir, ternyata cepat banget ya aksi si Jambret ngelakuin aksinya. Yang jadi rasa penasaran, kok gak ada suara knalpot motor kencang ya, ya semacam motor rx-king kek yang bisa bikin suara bising, atau motor oprekan dengan knalpot racing? Nah, berarti tadi si Jambret pakai knalpot standar dong, tapi motornya lumanyan kencang??? Motor skutik kah! Sepertinya sih.😕

Peristiwa ini jadi pelajaran buat kita semua, terutama buat para ladies biker. Ketika berkendara dengan motor roda 2 sendirian di jalan yang nampak lengang, maka haruslah kita waspada. Dan sebaiknya buat para ladies biker tidak dianjurkan membawa tas jinjing. Malah “diharamkan” untuk membawa tas slempang!!! Sebab resiko kita terjatuh dari motor mejadi sangat besar. Lebih baik membiarkan tas kita diambil jika memang sadar sebelumnya tidak menaruh barang berharga di dalamnya. Karena telinga ini sudah banyak mendengar cerita-cerita korban penjambretan meninggal dunia akibat terjatuh dari motornya setelah dijambret.😦

Gak perlu Mas Odi ceritakan disini betapa banyaknya cerita-cerita tersebut. Makanya ketika si Jambret yang kemarin itu tertangkap, warga disini langsung geram dan naik pitam akibat tidak bisa menahan sakit hati mereka oleh para jambret yang sudah meresahkan masyarakat dan sudah menyengsarakan korban-korbannya.

Para jambret sudah tertangkap! Kita pun tidak boleh main hakim sendiri, tapi apa dong jaminan keamanan agar masyarakat merasa aman dari tindak kejahaatan seperti ini?!

Harapannya sie patroli polisi di kota ini jelas harus ditingkatkan frekuensinya. Kalo bisa sih armadanya ditambah sekalian. Dan buat kita, terutama mereka yang ladies biker, kita harus bisa meminimalisir kesempatan terjadinya kejahatan. Dengan tidak membawa tas, atau barang berharga yang mencolok, jikalau ingin membawa tas sekali pun lebih bagus ditaruh di dek motor saja. Usahakan jangan berkendara sendirian, apalagi ketika melalui jalan yang kelihatannya sepi, terlebih malam hari, idih, jangan deh!😦

Semoga ini bisa menjadi pengingat dan pembelajaran buat kita semua. Dan juga pengingat buat kita semua untuk sebaiknya membaca do’a terlebih dahulu sebelum bepergian. Karena kita sebagai mahluk Tuhan hakikatnya ini semua karena takdir-Nya. Kita hanya bisa berusaha lalu berserah diri kepada-Nya, karena Dialah yang Maha Melindungi lagi Maha Mengetahui atas segala sesuatunya.

bang_napi

Ingat kata Bang Napi – Waspadalah!!! Waspadalah!!!

Update:

Jambret terjadi lagi di Kota Samarinda selang beberapa waktu dengan lokasi yang berdekatan dengan peristiwa kemarin. Terjadi di wilayah yang cukup ramai. Untung tas dan korban yang ternyat seorang wanita tersebut tidak mengapa-ngapa, cuman talinya putus. Akhirnya kedua jambret tersebut diringkus warga dan digebukin. Waspaladah!!! —> http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/9/24397

Referensi:
http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/rubrik/18/23028  —> Jalan PM Noor Lokasi Favorit Jambret
http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/rubrik/9/22136 —> Dijambret, IRT Tewas
http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/rubrik/9/22994 —> Jambre di PM Noor Nyaris Tewas
Sumber foto:
http://www.sapos.co.id
http://www.pontianak.tribunnews.com

Comments»

1. warungasep - April 1, 2014

Wah panjang banget,melebihi artikel di koran nih mas Odi,hihi😀
http://warungasep.wordpress.com/2014/03/31/fenomena-penghuni-lampu-merah-di-depan-warungasep/

Mas Odi - April 1, 2014

wkwkwkwkwk makanya sempat ketunda publisnya:mrgreen:

warungasep - April 1, 2014

Oh pantesan,publish potensi wisata alam kalimantan mas Odi,sama yang rame dibahas,bisnis batubara yang memakan korban milyaran,termasuk artis,ada gk???😀

Mas Odi - April 1, 2014

waduh. itu bikin sakit hati aja kang. hehe. barusan di tv petani kena limbah batu bara😦

teman mantan pebisnis batu bara update status, kalo orang2 batu bara suka main c*we😦

samarinda jadi panas, padat penduduk dan padat perumahan, serta ruko. karena masyarakatnya meningkat pendapatannya. apalagi orang batu bara, semuanya pakai mobil, bikin jalanan macet, mereka gak pandai nyupir😦

males bacanya, dari pada sakit hati ini kang😥

yach, nanti kita bahas tentang wisata di sini🙂

masalahnya saya jarang ke sana. sudah jauh2 tempatnya. kurang diperhatikan pula. anak2 samarinda taunya wisata ke mall. banyak mall kang😦

terimakasih masukkan kang😀

Mas Odi - April 1, 2014

oya, artis ya? gak ada😦

2. potretbikers - April 1, 2014
Mas Odi - April 1, 2014

oke🙂

3. warungasep - April 1, 2014
Mas Odi - April 1, 2014

mangga:mrgreen:


Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: