jump to navigation

Pintu Riya’ yang Ke-2: Pengakuan-Pengakuan Dusta March 21, 2014

Posted by Mas Odi in Uncategorized.
trackback

Akhirnya kita masuk juga pada pintu riya’ yang ke 2, Alhamdulillah. Pada pintu ini permasalahan riya’ seorang hamba terjadi dengan lebih membahayakan pelakunya, karena riya’ yang dilakukannya disertai oleh dusta. Manakala dia bercerita kepada orang lain, dia suka dan merasa senang jika melebih-lebihkan dirinya dihadapan orang tersebut, sehingga dia pun rela melakukan pengakuan-pengakuan dusta yang mengarah kepada memamerkan amalan padahal belum tentu itu dilakukannya, maka terjadilah riya’ dan dusta.😦

Secara singkat sudah kita pahami bersama bahwasanya pintu riya’ yang satu ini dapat dimasukkan ke dalam pintu-pintu riya’ yang paling berbahaya, lantaran pelakunya dibuat suka untuk berbuat dusta. Hal ini juga dapat kita pahami bahwa penyakit ini merupakan rentetan dari senang berbuat pamer secara terus-menerus, kemudian menjadikan dia terserang penyakit senang berbuat dusta, masya Allah. Nah, penjelasan tentang perkara ini tidaklah diperinci oleh Beliau (DR. Salman bin Fahd), hanya saja pembahasan yang akan dibahas selanjutnya sebagai kutipan Mas Odi dari buku 20 Pintu Riya’ tersebut adalah pengalaman Beliau tentang pengakuan-pengakuan dusta dari berbagai macam individu, sepertinya.😀

Berikut kutipannya, semoga bermanfaat😀

Seperti seorang yang merasa puas dengan apa yang belum pernah ia kerjakan, kemudian dia mengklaim sesuatu yang tidak ada pada dirinya seraya mengatakan, “Sesungguhnya dia adalah seorang mujahid yang sangat penyabar dan mempunyai pendirian yang sangat terkenal dan popular.” Mungkin bisa jadi dia mengklaim bahwa dia pernah terluka, tertimpa ujian dan cobaan dalam berjihad di jalan Allah.

Oleh karena itu, bila dia berbincang-bincang denga orang-orang yang tidak mengetahui latar belakang sejarah hidupnya, maka niscaya dia akan mengatakan, “Dahalu saya pernah mengatakan begini, mengerjakan ini dan dahulu saya juga pernah terluka seperti ini. Dahlul saya pernah menjadi seperti ini, itu dan lain-lainnya tentang sejarah masa lampaunya dahulu, sehingga dia menjadi tukang pembual.” Kadangkala apa yang telah dia ceritakan itu lebih banyak bohongnya dan sedikit sekali kebenarannya. Sesungguhnya dia merasa puas dengan semua ini di depan manusia tujuannya adalah supaya dia mempunyai kedudukan dan karisma. Hal ini lebih buruk dari pada yang pertama (memperlihatkan amalan) karena dia mengkombinasikan antara riya’ dan dusta dalam satu waktu, sebgaimana dikatakan dalam peribahasa,

Sudah kurmanya jelek, timbanganya jelek pula.

Nabi bersabda,

Orang yang merasa puas dengan sesuatu yang berlum pernah dia berikan, laksana orang yang memakai dua pakaian kebohongan30 .

Mungkin bisa jadi seseorang berpindah-pindah dari satu negera ke negara lain. Kemudian, dia tampil di depan penduduk negerinya yang baru, bukan karena amalan-amalan shalih yang diperlihatkannya dan meyakinkan mereka tentang ujian, jihad dan kesabarannya, tetapi hanya kata orang-kata orang (desas-desus) dan pengakuan-pengakuan bohong saja. Sebgaimana yang dikatakan oleh seorang penyair,

Pengakuan-pengakuan saja yang tidak mereka buktikan dengan malan

Menunjukkan bahwa para pelakunya adalah tukang bohong belakan.

Seperti yang dilakukan oleh sebagian orang yang berpura-pura menuntut ilmu kemudian dia mengatakan, “Saya telah bermulazamah kepada syaikh fulan, saya telah mengambil banyak ilmu darinya, saya adalah salah satu dari murid-muridnya yang paling ikhlas*, syaikh saya lebih mendahulukan dan mengutamakanku dibanding yang lain dan dia selalu memberiku izin setiap waktu.”

Saya pernah mengetahui seseorng mengaku bahwa dia hafal Al-Qur’an dengan tujuh qira’ah seraya mengatakan, “Saya telah belajar dari banyak syaikh, kemudian dia menyebutkan satu persatu para imam ahli ilmu, fatwa dan dakwah pada waktu itu. “ Padahal, yang saya ketahui tentang dirinya, dia adalah pembohong besar, bacaan Al-Qur’annya saja kurang bagus, bagaimana dia mampu menghafalnya? Apalagi, paham tentang tujuh qira’ah atau yang lainnya.

Dan, mungkin sebagian di antara mereka sangat pandai bicara, dia bercerita tentang para ulama pada masa itu – khususnya yang sudah meninggal dunia – seakan-akan mereka adalah teman-temannya dan bukan syaikhnya. Kemudian dia membuat dan mengarang-ngarang banyak cerita bohong, seraya mengatakan, “Syaikh telah menceritakan kepadaku, dia telah berkata kepadaku, dia mengabarkan kepadaku, dia telah bertemuu denganku, dia telah bertanya kepadaku dan cerita-cerita bohong lainnya yang dapat menunjukkan kekhususan dan kemuliaannya.” Semuanya itu dia lakukan hanya karena dorongan jiwanya untuk memamerkan adanya hubungan antara dia dengan para ulama tersebut. Dan, agar dia dianggap sebagai orang yang berilmu, padahal kenyataannya tidak demikian. Apabila, jenis penyakit hati ini sudah ada pada diri orang-orang yang mengaku berilmu, maka dia adalah seganas-ganas penyakit.😦

*(red.) Mungkin kita pernah bercerita dan mengatakan hal yang seperti ini ke orang lain, “Saya bingung, kenapa dulu saya beda dari yang sekarang ya, padahal kan dulu saya adalah murid yang pailng bodoh dan paling nakal di kelas.” Nah, bisa jadi pada kenyataannya kita gak nakal-nakal amet kok, kita aja yang merasa demikian, teman-teman kita waktu itu, dan para gurunya pun biasa aja kok, hehe, jadi, ini, apalagi kalo bukan riya’ + dusta.😦

– banyak-banyak ber-istighfar yuk! –

30 Dikeluarkan oleh imam Bukhari (5219) dan Muslim (2130) dari hadits Asma’.

Comments»

1. potretbikers - March 22, 2014
2. warungasep - March 28, 2014
Mas Odi - March 28, 2014

oke

3. Apa Sih Makna Hari Jum’at Menurut Anda? | Warungasep.com - March 28, 2014

[…] sebenarnya postingan ini sudah lama dibuat,namun ketika membaca artikel sahabat kita Mas Odi disanaaaaaaa saya sempat menjadi takut menceritakannnya,takut jika tindakan ini malah menjadikan saya jadian […]

Mas Odi - March 28, 2014

langsung ke tkp😀

4. ridertasik - March 28, 2014
Mas Odi - March 28, 2014

monggo mas bro🙂


Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: