jump to navigation

Riya’ Adalah Musuh Bebuyutan Bagi Orang-Orang yang Ingin Bertakwa March 1, 2014

Posted by Mas Odi in Uncategorized.
trackback

Artikel ini khusus buat hari jumat sebenarnya, karena gak terbit hari kemarin ya terbitnya di malam minggu😀

Hitung-hitung bikin suasana jadi gak monoton lah. Asik kan kalo baca artikel religi sambil berduaan sama sang kekasih. Wkwkwkwk😀

Tentang bahaya perbuatan riya’. Tema yang dibawakan sang khotib jum’at kemarin itu sebenarnya sudah banyak dibawakan para penceramah di beberapa kesempatan. Tapi manakala diperdengarkan kembali, rasanya amal-amal kita serasa sirna begitu saja karena apa yang sudah kita perbuat bisa jadi tidak luput dari embel-embel riya’.

Kita tau, riya’ dapat menghapus amal ibadah yang kita perbuat saat itu. Kita tau juga, urusan riya’ atau tidaknya itu hanya Allah dan kita sendiri yang tau. Karna itulah perbuatan ini sangat istimewa di hadapan Allah. Maka, cukup Allah sajalah yang akan memutuskan amal seorang hamba diterima atau tidak.

Pada dasarnya, hati manusia itu mudah terombang-ambing. Mudah sekali merubah-rubah niat, khususnya niat dalam beribadah. Saat kita shalat, saat kita mengaji, saat kita bersedekah, kita merasa senang jika dilihat oleh orang lain, sehingga membuat kita jadi semangat untuk tidak ingin ada cacat sedikit pun dalam beribadah. Nah, di situlah amal ibadah kita dicap riya’.

Sangat sangat mudah sekali perbuatan riya’ itu datang dan menyelinap ketika kita ingin beribadah secara khusyuk, serta meniatkan karena Allah sajalah ibadahku itu.

Sudah memantapkan niat, tapi tetap saja ada “nol koma nol nol nol nol …. satu” percikan riya’ masuk ke dalam hati kita. Mengapa hal ini terjadi terus? Sampai kapan? Seorang ulama mengakatan, hal itu terjadi karena hati kita masih cinta akan dunia dan taku akan kematian. Subbhanallah!

Betul adanya! Hati ini benar-benar belum bisa mentauhidkan Allah dengan kemurnian, apabila saat shalat saja kita masih terbersit akan hal-hal yang duniawi. Entah itu terpikir akan pekerjaan yang belum selesai. Terpikir tentang janji dengan teman. Terpikir dengan kendaraan yang kita parkirkan sudah terkunci atau belum. Terpikir dengan kompor di rumah sudah matikan atau belum. Kita lalai, dilalaikan, dan dilalaikan lagi. Astaghfirullah. Di mana ketawakkalan kita saat itu. Wajar, kalau hati-hati kita ini mudah sekali dimasuki oleh perbuatan dan penyakit riya’. Masya Allah.

Para ulama memiliki pengertian yang berbeda-beda tentang perbuatan riya’ ini, diantaranya:

Tiga tanda bagi pelaku riya’: malas jika sendirian dan rajin jika bersama orang banyak, bertambah semangat jika dipuji, dan berkurang jika dicela.

Meninggalkan amal karena manusia adalah riya’ dan beramal karena manusia adalah syirik. Sedangkan ikhlas adalah jika Allah menyelamatkanmu dari keduanya.

Menampakkan amal perbuatan kepada manusia dan memperlihatkannya, serta berusaha dengan cara apapun agar mereka mengetahuinya.

Betapapun keikhlasan niat harus selalu diupayakan untuk dipertahankan. Sebab, sebentar saja kita lalai dan lengah maka penyakit hati ini akan segera masuk dan mengotori pikrian serta perbuatan kita

Sungguh sangat berbahaya perbuatan dan penyakit riya’ ini. Sehingga bagi kita perlu untuk mewaspadai selalu karenanya. Semoga saja kita senantiasa dijgakan oleh Allah dari perbuatan dan penyakit riya’. Kita memohon perlindungan kepada-Nya dari hal yang membahayakan ini. Amin.

Comments»

1. potretbikers - March 1, 2014

Menyimak🙂

2. killbill1 - April 22, 2014

Saya kadang merasa bangga kalo wakaf masukin duit seratus ribu rupiah di kotak celengan mesjid sambil lihat uang yang ada masih melebihi nilai pewakaf lainnya. Astaghfirullah…ampuni hambah


Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: