jump to navigation

Yang Saya Ketahui Tentang Kolesterol January 30, 2014

Posted by Mas Odi in Uncategorized.
trackback

Mahamin asal-muasal terjadinya kolesterol itu bisa simpel, bisa juga ribet. Tergantung dari mana kita menemukan sumber informasinya. Kalo dari wikipedia, yakin ribet deh. Itu juga karena guenya yang bukan otak dokter lho ya. Tapi dokter jenius sekalipun gak akan rela menjelaskan apa itu kolesterol panjang lebar ke kita. Soalnya perlu ambil berapa mata kuliah dulu tuh! Jadi yang gak ribet gimana bro? Begini bro, monggo dilanjut bacanya bro🙂

Awal cerita, makanan yang kita makan biasanya terdapat unsur lemaknya. Secara sederhana lemak sendiri ada macamnya, ada lemak jenuh dan tidak jenuh. Lemak-lemak tadi lalu kita makan dan masuk ke dalam sistem pencernaan. Pada saat melewati organ hati kita, lemak tadi diberi “tanda pengenal”, yang manakah lemak baik dan tidak baik. Ini sangat penting agar supaya lemak tidak mengendap di dalam usus dan dapat masuk ke dalam saluran darah. Kalau hati gagal kasih tanda pengenal di tahap ini, lemak akan mengendap di usus, dan syukur kalo lemak tadi terbuang bersamaan dengan feses.

Perlu kita ketahui sebelumnya, ada istilah penting di sini. Pertama ada istilah Trigliserida atau lemak dalam darah. Kedua, HDL atau High Density Lipoproteins (Lemak berkepadatan baik/Lemak baik). Kemudian, LDL atau Low Density Lipoproteins (Lemak berkepadatan jelek/Lemak jahat).

Nah! Maksud dari tanda pengenal di atas tadi adalah; kalo lemak jenuh diberi tanda pengenal LDL. Sedangkan kalo lemak tidak jenuh diberi tanda pengenal HDL. Apabila sudah begitu, lemak yang ada di usus baru boleh masuk ke dalam darah.

Setelah lemak masuk ke dalam saluran darah, si lemak tadi jalan-jalan deh ke seluruh jaringan tubuh. Selama lemak dalam perjalanan, ternyata ada lemak yang nempel di dinding saluran darah. Gara-garanya karena respon tubuh kita terhadap si LDL tadi. Maksudnya tubuh kita lebih suka merespon lemak dengan tanda pengenal LDL. Padahal kita tau kan, LDL tadi itu adalah tanda pengenal buat lemak-lemak yang tidak baik. Al-hasil lemak-lemak yang tidak baik itu menempel.

Serem bro kalo lemak itu menumpuk bikin saluran darah menyempit, malah bisa bikin salurah darah tersumbat*😦

Nah, di sinilah si HDL berperan penting. Di saat saluran darah bersirkulasi berulang kali, lemak di dalam darah melewati lagi organ hati dan begitu seterusnya; dan saat melewati organ hati tadi, kembali si hati memberikan tanda pengenal buat si lemak (bagian ini tolong dikoreksi ya). Kalo hati gagal kasih tanda pengenal, itu bisa berbahaya bagi tubuh kita. Khusus kasus tanda pengenal HDL ini, betapa susah lho si hati kasih tanda pengenal HDL ini. Karena ternyata kita perlu melakukan aktivitas seperti gerak dulu baru hati bisa optimal memberikan tanda pengenal HDL tersebut. Sering terjadi pada usia 40-an, sekarang orang usia 20-an juga.

Setelah lemak bertanda pengenal HDL terbentuk, lemak bertanda pengenal HDL tadi bertemu dengan lemak bertanda pengenal LDL yang nempel-nempel. Syukur kalo lemak yang nempel tadi sudah diserap oleh sel-sel tubuh di sekitarnya sebagai cadangan makanan. Kalo tidak, dia bakal dibawa oleh lemak bertanda pengenal HDL tadi. Ya syukur lagi kalo gak terlalu parah penumpukan lemaknya. Kalo parah, bisa-bisa sulit bagi lemak yang menempel tadi terbawa, atau pun diserap tubuh.

Lemak bertanda pengenal HDL dan lemak bertanda pengenal LDL semestinya harus seimbang biar bisa jalan berbarengan ke mana-mana dengan lancar. Hingga nantinya datang hormon apa gitu dari organ hati kita yang bisa bikin lemak-lemak berubah jadi energi. Nah, kalo hormon tersebut gak datang-datang, si lemak akan disimpan sama tubuh di bagian-bagian tertentu di tubuh kita; seperti perut. Dan apabila suatu waktu diperlukan mereka bisa dikeluarkan dan menjadi makanan bagi tubuh.

Gitu yang saya ketahui tentang kolesterol. Dan hal penting lainnya yang perlu diketahui; yaitu jumlah normal dan maksimum dari unsur kolesterol tadi. Berikut di bawah ini.

Jumlah Trigliserida …

  • Optimal: < 150
  • Lampu kuning: 150-199
  • Tinggi: >200

Jumlah HDL …

  • 40-60

Jumlah LDL …

  • Optimal: < 129
  • Lampu kuning: 130-159
  • Tinggi: >159

*) Di usia kecil sampai remaja fungsi hati kita sangat optimal. Maka tidak heran melihat anak kecil berbadan tambun lantaran makannya sangat banyak. Lemak-lemak yang dimakan sangat mudah diserap dan tersimpan di dalam tubuhnya tanpa membuat peredaran darahnya tersumbat lemak sekalipun. Namun seiring bertambahnya umur dan faktor makanan dengan zat yang berbahaya bagi tubuh, sudah pasti bisa menurunkan berbagai organ di tubuh kita sehingga fungsinya pun menurun secara signifikan. Oleh karena itulah banyak kasus di zaman sekarang yang menjadi fakta bahwa penyakit orang manula juga dialami oleh orang berusia muda. Hal ini disebabkan karena pola hidup waktu mudanya; di mana usia muda makan tidak terkontrol, sedang jumlah lemak yang menempel kita gak tau. Tubuh adem ayem aja, saat tes darah di lab juga normal-normal saja, tapi taukah kita kalo tumpukan lemak tadi bisa menjadi “bom waktu”. Ya faktanya pengidap penyakit jantung dan stroke terus meningkat. Karena pengindap penyakit tersebut berada di usia 40-an, malah sampai 40-an ke bawah. Dan di beberapa kasus, mereka yang baru terserang penyakit ini langsung meninggal dunia alias mati mendadak.

Comments»

No comments yet — be the first.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: