jump to navigation

Di Umur 20-an Bermain Dengan Kolesterol January 29, 2014

Posted by Mas Odi in Uncategorized.
trackback

Beberapa hari belakangan ini gue perhatian banget dengan yang namanya kolesterol. Ini masalah orang umur 40-an. Tapi apa sih di zaman sekarang ini yang gak bisa diakselerasi oleh anak muda? Bukan saja dalam hal teknologi doang anak umur 2 tahun bisa main iPad. Dalam kasus penyakit, anak umur 20-an sudah bisa “main” dengan penyakit berat macam jantung, kolesterol, asam urat, bahkan sampai stroke.

Faktor yang menyebabkannya banyak tentunya. Penyebab yang bisa dialami oleh semua orang, yaitu stres. Stres sendiri salah satu pemicu banyak penyakit. Wajar kan kalo kasus ini di dominasi oleh orang-orang yang berhabitat di perkotaan. Pola hidup orang perkotaan tau sendiri kan.

Sebagai anak muda yang besar di perkotaan, gue termasuk anak muda yang berpenyakitan. Bukannya sombong, atau terlalu merendahkan, atau pun menginjak jati diri gue sendiri. Tapi setelah gue renungin, itu hal yang benar kok! Sederhananya begini; sakit yang normalnya diderita oleh Ayah dan Ibu gue juga gue pernah alamin.

Di umur 27 tahun bagi pria kayak gue, klasifikasi umur segitu masih tergolong muda hingga ia menginjak 30 tahun, kata dokter. Eh tapi guenya di usia muda begitu sudah terserang penyakit kolesterol, padahal terhitung berat badan gue normal loh.

Tapi syukur banget! Sebelum hal yang gak dinginkan itu datang, tubuh gue sudah kasih sinyal kalo ada yang gak beres. Pertama-tama muncul bintik kecil merah di permukaan kulit, dan itu ada di mana-mana. Sering gue alamin. Tapi kali ini lebih banyak, dan susah hilangnya. Dari situ gue sudah menduga ini kolesterol. Tapi gak tau berat atau tidak. Kalo ditanya kok gue bisa diagnosis semudah itu, sorry gue juga lupa tau dari mana. Hehe.

Kemudian yang gue rasain adalah badan lemas mulu. Gue ajak olah raga tambah gak enak badannya. Maunya tidur. Eh saat bangun pagi, timbul rasa nyeri kecil di bagian punggung. Merembet ke leher. Lalu leher kaku kayak orang salah tidur. Sakit kakunya pindah-pindah. Sampai leher susah digerakin.

Teringat tuh pesan dokter, biar kolestrol baik meningkat harus olah raga alias keluar keringat. Gue coba deh loncat ringan sampai keringatan. Eh kok malah gak enak! Rasanya jantung berdebar susah payah. Ada aliran darah yang susah mengalir dari jantung sampai ke otak.

Pegal di leher itu gue alamin selama 2 mingguan. Di minggu pertama pegal-pegal gue cek darah di lab. Dari situlah gue tau kalo kadar kolesterol gue di atas normal, yaitu 295, nyaris 300. Normalnya kan sampai 199. Apa gak bikin resah tuh! Kan efeknya gue tau banget, kalo gak jantung ya stroke😦

Eh tapi banyak tuh keluarga dan teman Ibu gue yang kadar kolesterolnya bombastis. Ada yang 400-an. Ada juga yang 700-an. Kalo gak salah denger lho ya🙂

Tapi hampir 300 itu sudah bikin badan sakit-sakitan. Apalagi lebih. Serem!

Lalu browsing sana sini tentang kolesterol. Usaha buat nyembuhin gue jalanin dari jaga makanan yang berlemak. Tuh saran dari dokter, bener-bener simpel. Gak disaranin makan obat. Mungkin karena usia dan kadar segitu belum parah kali’ ya! Kemudian gue usahain konsumsi obat herbal seperti “yeast red rice” (sari beras merah), hasil dari browsing sana sini.

Terus minum obat berkandungan zat “tatin”. Nama obatnya “simpastatin”. Kadar zat simpatin yang gue minum adalah 10 mg. Gue tau itu dari hasil browsing + pengalaman Ibu gue. Adapun rekomendari dari orang kesehatan, gue harus mengkonsumsi obat tersebut selama 1 bulan. Wow! Aman gak yaaa! Tapi asal diketahui saja, obat ini memang ampuh buat nurunin kadar kolesterol jahat insya Allah. Kata dokter memang “efek sampingnya” ringan???!!! Asal konsumsinya gak overdosis. Kalo dari hasil browsing, efeknya jika dikonsumsi 6 bulan secara terus-menerus bisa melemahkan jaringan otot, gagal fungsi ginjal maupun hati😦

Malahan dalam perkembangannya ada turunan dari zat ini yang sangat “hebat”. Maksudnya, selain obat tadi nurunin “kolesterol jahat”, juga meningkatkan “kolesterol baik”. Ini gue tau dari browsing juga. Namun ini gak selaras dengan kata dokter spesialis penyakit dalam ke gue, kalau “kolesterol baik” itu gak bisa dihasilkan dari makanan doang. Harus dengan “olah raga”. Dan olah raga yang paling cocok adalah jalan kaki. Ini lagi-lagi gue tau dari konsultasi dengan ahli akupuntur. “Jalan kaki selama 1 jam”, katanya. Wow! Perlu cari trek yang enak tuh buat jalan kaki di google-map🙂

Ada yang menarik saat konsultasi sama ahli akupuntur waktu itu. Gue tau kalo dia ahli ngobatin orang terkena serangan jantung. Sudah terbukti di depan mata gue soalnya. Maka dari itu gue berinsiatif berobat ke Beliau. Tapi sampai di sana, sedikit konsultasi singkat, eh gue diketawain! Gak usah diakupuntur katanya! Lambat! Cukup minum jus apel dan makan buah pir. Ya udah! Dari pada gue malu-maluin karena rasa gelisah beginian doang, gue turutin aja saran Beliau. Gak salah kan. Malahan minum jus seperti itu ikhtiar yang syar’i banget. Banyak berkahnya bro😀

Dan Subbhanallah! Ajaib! Alhamudillah ya Allah. Memang saran Beliau itu top markotop! Ajibnya gue besok harinya sudah gak pegel-pegel lagi. Kalo pun masih gak enak lehernya ya wajar kan. Baru juga satu hari ini gue diterapi. Butuh proses kan. Sesuai saran Beliau juga, kalo 5-7 hari belum ada perubahan, datang lagi ke Beliau, biar nanti diterapi jantungnya.

Kesimpulannya ikhtiar, doa, dan pola hidup sehat itu harus. Hikmah buat yang masih merasa hidup, bahwa sehat itu harganya mahal. Mencegahnya lebih murah dari pada mengobatin. Percaya deh! Meskipun akhir hayat seseorang itu gak ada yang tau kecuali hanya Allah semata. Gue rasa bermain dengan kolesterol itu memang bagian dari indahnya hidup ini. Lebay!

Indah bro! Coba tengok saudara kita yang terkena kanker darah, kanker mata, kanker macam-macam, hidup mereka sungguh tersiksa. Yang paling tersiksa adalah biaya pengobatannya. Semoga kita semua dilindungi dari penyakit yang beginian. Amin.

Sekarang banyak yang perlu gue perhatikan dan aturin biar kehidupan gue itu semakin sehat. Makan keju, coklat, makanan berlemak, gorengan, minum kopi, itu harus gue kontrol kalo perlu dipantengin. Mulai olah raga jalan kaki khususnya. 3 atau 6 bulan sekali cek darah. Kalo perlu sekalian donor darah sebagai bukti darah kita sehat, bernilai ibadah kan. Bayar hutang puasa kemarin. Sekalian rajinin puasa sunnahnya. Terpenting lagi, hindari stres, jangan sampai depresi. Tapi seberapa besar usaha kita buat nurunin kadar kolesterol kita. Tetap kolesterol itu adalah unsur yang penting dalam pembentukan metabolisme tubuh kita. Hidup tanpa kolesterol, akan terasa hampa😀

Comments»

1. TiCtAc - April 17, 2014

ane bookmark dolooo
sip ndan artikelnya

Mas Odi - April 19, 2014

sempat nyangkut mas bro. monggo🙂

2. TiCtAc - April 17, 2014

sipp artkelnya kang

Mas Odi - April 17, 2014

sama2 mas bro. terima kasih sudah main2 ke sini🙂

3. tian - September 24, 2014

Sekarang kolesterol nya gmn mas ? hasil cek darah nya

4. anggi - November 24, 2014

Senasib kita , ane baru periksa 270 mg kolesterol

5. fauzan - February 3, 2015

sama huwa bahkan ane dr umur 21 tahun sampe skrng blm sembuh,ke dokter alergi krn biaya nya yg mahal😦

6. deriyustria - July 12, 2016

keren.. kita seumur tapi kolesterol saya 280

7. nonots - September 10, 2016

pak boleh tau kontak dokter akupunktur nya ? sy 27 kolesterol 299


Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: